Breaking News

Choirul Huda Berpulang, Ini 7 Pesepakbola Meninggal Saat Aktif Bermain

Choirul Huda © Fitri Apriani/bola.net
Kiper Persela Lamongan Choirul Huda meninggal dunia. Meninggalnya Choirul Huda membuat sedih tidak hanya bagi pendukung klub Liga 1 itu, tapi juga seluruh pecinta sepak bola di Tanah Air.

Betapa tidak, kejadian yang dialami pesepak bola Indonesia, nahas masih berstatus pemain aktif di lapangan. Bukan kali pertama. Sebelumnya, ada beberapa pemain klub sepak bola Indonesia meregang nyawa di lapangan hijau, maupun di tempat lain.

Baca Juga Berita:

Dari deretan pemain yang alami meninggal saat masih jadi pemain aktif selain Choirul Huda, ada kiper dari Arema FC, Achmad Kurniawan yang meninggal dunia di lapangan hijau.

Dikutip dari bola.com, ada beberapa pemain yang juga tutup usia karena berbagai macam sebab, ketika belum pensiun dari lapangan. Siapa saja mereka?

1. Achmad Kurniawan (Arema FC)
Achmad Kurniawan meninggal pada Selasa (10/1/2017) di Malang.
Penampilan dengan julukan AK 47 ini di turnamen Torabika Soccer Championship 2016 seakan menjadi perpisahan yang manis buat publik sepak bola Indonesia.

Status AK 47 yang awalnya hanya menjadi kiper ketiga naik ke posisi starter karena sang adik, Kurnia Meiga, dipanggil ke Timnas Piala AFF dan kiper kedua Kadek Wardhana cedera.

Saat dipercaya menjadi starter, Achmad Kurniawan memperlihatkan kehebatannya yang belum hilang. Dalam sejumlah pertandingan, AK 47 melakukan penyelamatan krusial. Pada akhir musim, Arema tampil sebagai runner up di bawah Persipura.

2. Ansar Razak
Ansar Razak menjadi gelandang andalan PSM Makassar di era 90-an. Ia meninggal dunia pada tahun 1999 akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.

Pemain asli Sulsel itu merupakan anggota timnas Piala Asia 1996. Semasa bermain untuk PSM, Ansar sempat mengantar tim Juku Eja lolos hingga laga final Liga Indonesia 1995-1996.

Kala itu, Ansar bersama pemain Sulsel lain seperti Ayyub Khan (almarhum), Syamsuddin Batolla, Ali Baba, Roni Ririn dan Ansar Abdullah harus mengakui Mastrans Bandung Raya dengan skor 0-2.

3. Eri Irianto
Eri Irianto, meninggal dunia di usia yang relatif muda saat memperkuat Persebaya Surabaya. Eri adalah gelandang klub Persebaya Surabaya yang meninggal pada 3 April 2000.

Eri yang membela Persebaya mengalami benturan dengan pemain PSIM saat bertanding di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.
Setelah mengalami benturan, Eri tidak sadarkan diri, diduga karena serangan jantung. Ia sempat dibawa ke RSUD Dr. Soetomo, namun nyawanya tak tertolong.

Eri meninggal pada saat kariernya tengah bersinar di usia relatif muda, 26 tahun. Selain menjadi andalan di klub, pemain dengan kelebihan tendangan geledek jarak jauh ini juga sempat memperkuat Timnas Indonesia di tahun 1995-1997.

Untuk mengenang Eri, Persebaya memensiunkan nomor punggung 19 miliknya dan menamai mes pemain Persebaya di Jalan Karang Gayam dengan nama Wisma Eri Irianto.

4. Jumadi Abdi
Jumadi Abdi, menderita cedera parah dan meninggal dunia akibat permainan kasar lawan di Liga Indonesia 2009.
Gelandang PKT Bontang ini mengalami benturan keras di bagian perut karena ulah Denny Tarkas (Persela) yang mengangkat kaki terlalu tinggi. Pertandingan kedua tim saat itu dimainkan di Stadion Mulawarman, Bontang, pada 7 Maret 2009.

Sembilan hari setelah dirawat dan sempat menjalani operasi, eks pemain Timnas SEA Games 2005 ini akhirnya meninggal dunia.
Hasil observasi dokter menemukan bagian usus halus Jumadi robek dan membuat organ bagian dalam lainnya keracunan.

Ironisnya, Komdis PSSI hanya menghukum Denny Tarkas dengan skorsing selama empat bulan, setelah dalam pertandingan ia hanya diganjar kartu kuning oleh wasit.

5. Akly Fairuz
Penyerang Persiraja Banda Aceh, Akly Fairuz, mengalami hal yang mirip dengan apa yang dialami Jumadi Abdi. Akly menderita cedera parah setelah berbenturan dengan pemain lawan dan akhirnya meninggal dunia.

Akly berbenturan dengan kiper PSAP Sigli, Agus Rohman, saat bertanding pada 10 Mei 2014. Akly kemudian digotong keluar lapangan dan baru dibawa ke rumah sakit pada malam harinya.

Ia sempat dirawat di RS Zainal Abidin lalu didiagnosa mengalami luka dalam bagian perut dan kantong kemih yang bocor.
Setelah sempat tak sadar selama beberapa hari, ia meninggal dunia pada 16 Mei 2014. Komdis PSSI kemudian menghukum Agus Rohman dengan skorsing satu tahun.

6. Sukarno Andi Wijaya
Sukarno Andi Wijaya terakhir tercatat sebagai pemain Persewangi Banyuwangi. Ia meninggal dunia dalam usia 20 tahun pada 2016 karena sakit infeksi paru-paru.

Sukarno pernah menarik perhatian pelatih Indra Sjafri yang menangani Timnas U-19 sebelum turnamen Piala Asia U-19 2014. Sukarno sempat menjalani seleksi di Timnas Indra tertarik melihat permainannya kala Timnas U-19 meladeni Persewangi dalam Tur Nusantara. Hanya saja, ia akhirnya gagal lolos ke Timnas U-19.

7. Choirul Huda
Kiper veteran Persela Lamongan, Choirul Huda, meninggal dunia pada Minggu (15/10) sore setelah tidak sadarkan diri usai bertabrakan dengan rekan setimnya saat menghadapi Semen Padang pada lanjutan kompetisi Liga 1 di Stadion Surajaya, Lamongan.

Tidak ada komentar