Breaking News

Dibuka Ketum Asprov PSSI Jabar, Kompetisi Askab PSSI Karawang Resmi Bergulir 2 Desember

Suasana technical meeting klub Divisi Satu. (Foto: Ayi Purnama)
Askab PSSI Karawang secara resmi mengumumkan tanggal kick off dimulainya kompetisi musim 2017, Divisi Utama dan Divisi Satu. Sebelumnya, PSSI selaku operator memutuskan untuk memundurkan jadwal kick off yang semula rencananya digelar pada 30 November 2017.

Keputusan mengenai perubahan tanggal itu diketahui saat digelarnya technical meeting klub Divisi Utama dan Divisi Satu di Sekretariat Askab PSSI Karawang, Komplek Stadion Singaperbangsa, Karawang, Jawa Barat, Selasa (28/11/2017). Yaitu dari 30 November menjadi 2 Desember 2017.

“Ya, kick off mundur dua hari dari tanggal awal. Pasalnya disesuaikan dengan jadwal kehadiran Pak Tommy Apriantono (Ketum Asprov PSSI Jabar) yang akan membuka kompetisi musim ini,” ujar Ketua Askab PSSI Karawang, H. Anda Suhanda, melalui Sekretaris Askab PSSI Karawang, Irwan Setiawan, didampingi Bendahara Askab PSSI Karawang, H. Eman Sulaeman, kepada Karawangsport, Selasa (28/11/2017).

Baca Juga Berita:

Dijelaskan Irwan, kick off yang akan berlangsung di Stadion Anda S Dipura Kotabaru, diawali bergulirnya kompetisi Divisi Satu, Sabtu (2/12/2017). Sedangkan Divsi Utama mulai berlangsung Minggu (3/12/2017).

“Divisi Utama dan Divisi Satu akan menggunakan dua stadion, semuanya berokasi di Kecamatan Kotabaru. Untuk pembagian grup dan jadwal pertandingan akan kami rilis secepatnya,” ucapnya.

Sesuai pantauan Karawangsport, dalam technical meeting yang dihadiri Komisi Disiplin Askab PSSI Karawang, Andi Rojali, serta beberapa staff PSSI Karawang (Demang E Suherman, Apep Aditya dan Heri Pace), dibahas juga mengenai status beberapa klub yang hingga saat ini belum memberikan kejelasan terkait keikutsertaan di kompetisi musim 2017.

Pupuk Kujang dan Putra Pelangi menjadi dua klub peserta Divisi Utama yang belum memberikan kejelasan, Sedangkan jumlah peserta Divisi Satu lebih banyak yaitu Gapura FC, ALK dan Peta FC.

“Status kelima klub tersebut akan terlebih dulu kami bahas bersama Pak Andi (Rojali) bagian komisi disiplin,” jelasnya.

Selain itu, PSSI juga membahas terkait keberadaan pemain profesional yang didaftarkan beberapa klub Divisi Utama. Dalam kesempatan tesebut, PSSI secara tegas melarang setiap klub memainkan pemain bestatus profesional.

“Kebijakan ini kami ambil semata-mata untuk menghargai pemain profesional tersebut. Sangat ironis tentunya jika seorang pemain profesional yang telah terdaftar di FIFA harus turun kasta bermain di kompetisi amatir,” ucapnya.

Seperti diketahui, Divisi Utama musim ini akan diikuti sebanyak 14 klub (status dua klub belum jelas) yaitu Cibalongsari Putra, Anker’83, Pangkal Perjuangan, Kancil Mas, PSD, Muara Gemilang, Grecc Star, Jara FC, Singaperbangsa, PGT FC, Putra Pelangi (belum jelas), Pupuk Kujang (belum jelas), Cilamaya United dan Satara Gama.

Sedangkan Divisi Satu diikuti 18 klub (status tiga klub belum jelas)  yaitu Tunas Remaja, Gapura FC (belum jelas), Metro FC, Ananda FC, Porka Jaya, Ansak FC, Kerabat FC, Peta FC (belum jelas), Tunas Muda, Bimantara, IKA Siper, Gress FC, Laskar 99, Porgin, Perseto, ALK (belum jelas), Alpine United dan Persip 99.

“Peserta Divisi Utama akan kami bagi ke dalam dua grup, sedangkan Divisi Satu menjadi tiga grup dengan memberlakukan sistem setengah kompetisi. Nantinya, tim juara dan runner up (fase grup Divisi Utama) serta juara dan satu runner up terbaik (fase grup Divisi Satu) akan melaju ke babak semifinal. Mengenai Divisi Dua Insyaallah akan kami gelar setelah selesai Divisi Utama dan Divisi Satu,” katanya. (ayi)
Suasana technical meeting klub Divisi Utama. (Foto: Ayi Purnama)

Tidak ada komentar