Breaking News

Gelar Kejuaraan Edisi ke-15, Komunitas Jujur Indonesia Konsisten Galakan Pembinaan dalam Sepakbola

Founder Komunitas Jujur Indonesia Rosada (kedua dari kanan) dan mitra Komunitas Jujur Indonesia Zulfikar Arpi (kanan), foto bersama dengan tim peserta usai pembagian piala. (Foto: Istimewa)
Komunitas Jujur Indonesia terus konsisten menggalakan pembinaan dalam sepakbola. Bertempat di Lapangan Yonif Para Raider 305 Kostrad, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat, komunitas yang saat ini memiliki sekitar 120 anggota SSB se-Indonesia menggelar kejuaraan yang melibatkan pemain-pemain U-18.

Pendiri Komuitas Jujur Indonesia, Rosada mengatakan, dalam kejuaraan yang berlangsung pada Minggu (27/1/2019), sebanyak 11 tim U-18 yang berasal dari Karawang, Purwakarta, Indramayu dan Bandung bersaing memperebutkan Piala Keita Cup.

Seperti kejuaraan edisi-edisi sebelumnya, tim-tim peserta terlebih dahulu bersaing di fase grup. Yang mana, panitia membagi tim peserta ke dalam empat grup dengan dihuni tiga dan dua tim. Untuk memberikan peluang kepada setiap tim bertanding lebih lama, setelah melalui fase grup, tim juara grup akan kembali bersaing dalam kategori gold, runner up di silver dan peringkat tiga di bronze.

“Jadi, tak hanya juara grup dan ruuner up yang memiliki peluang menjalani pertandingan lebih banyak, tapi seluruh peserta akan mendapatkan hal yang sama,” ujar Rosada, didampingi Mitra Komiunitas Jujur Indonesia, Zulfikar Arpi (ayah dari Keita Arpi), kepada Karawangsport, Minggu (27/1/2019).

Pada akhir kejuaraan, Putra Bangsa Karawang keluar sebagai juara kategori gold, diikuti Bina Patra Lion Karawang, Bi-Zone Purwakarta dan Bina Patra jaguar Karawang di tangga juara ke dua hingga empat.

Daftar juara kategori silver diisi Parongpong Muda Bandung sebagai juara 1, Turbo Karawang (juara 2), Harko Raya Indramayu (juara 3) dan Kujang Putra Karawang (juara 4).

Sedangkan juara kategori bronze ditempati Benpica Karawang (juara 1), Arfa Bandung (juara 2) dan Asca Karawang dipodium juara tiga.

Untuk diketahui, sejak dibentuk pada Januari 2016, Komunitas Jujur Indonesia terus menyuarakan pentingnya menanamkan kejujuran dalam sepakbola. Dengan kejujuran, diyakini bisa mengangkat persepakbolaan Indonesia lebih maju.

Komunitas Jujur Indonesia dibentuk atas keprihatinan melihat kondisi persepakbolaan Tanah Air yang banyak diwarnai ketidakjujuran. Baik di level kompetisi nasional maupun lokal, bahkan pada kejuaraan yang melibatkan SSB.

“Selain menggalakan pembinaan, Komunitas Jujur Indonesia hadir untuk memerangi ketidakjujuran dari tingkat bawah yaitu SSB. Agar peran SSB sebagai wadah pembinaan pemain usia dini bisa maksimal dengan melahirkan pemain-pemain yang menjungjung tinggi kejujuran dalam berkompetisi,” ucapnya.

Dijelaskan Rosada, bentuk ketidakjujuran yang selama ini sering terjadi dalam kompetisi yang melibatkan SSB yaitu pencurian umur yang dilakukan pihak manajemen dan pelatih.

“Banyak SSB yang menghalalkan segala cara untuk meraih juara misalnya memalsukan tahun kelahiran pemain melalui akte kelahiran, KK maupun raport. Padahal tujuan utama dari SSB adalah sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya fokus pada segi skill, tapi juga mental para pemain,” kata pelatih SSB Putra Wirasaba Karawang ini. (ayi)







Tidak ada komentar