Breaking News

SMP PGRI Pangkalan, Sekolah dengan Segudang Prestasi

Kepala SMP PGRI Pangkalan, Drs. H. Ujang Sahro Widodo (batik putih) bersama wakil kepala sekolah Wawan Suwanda, S.Pd. (Foto: Ayi Purnama)
SMP PGRI Pangkalan merupakan salah satu sekolah di Karawang yang memiliki segudang prestasi membanggakan. Berbagai prestasi baik akademik maupun nonakademik berhasil diraih mulai tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.

Kepala SMP PGRI Pangkalan, Drs. H. Ujang Sahro Widodo mengatakan, prestasi nonakademik diraih sekolahnya melalui berbagai ekstrakurikuler (ekskul) seperti tenis meja, bola voli, pentas seni, bola basket, drum band, gerak jalan, paskibra, marching band dan beberapa ekskul lainnya.

“Bidang akademik seperti pernah meraih NEM (Nilai Ebtanas Murni) ketiga terbaik se-Karawang,” ujar H. Ujang, didampingi wakil kepala sekolah Wawan Suwanda, S.Pd, kepada Karawangsport, Selasa (18/6/2019).

Ekskul marching band konsisten meraih prestasi hingga tingkat nasional. (Foto: Istimewa)
H. Ujang mengungkapkan, salah satu ekskul yang paling sering membawa nama sekolah harum yaitu marching band. Bahkan, ekskul yang rutin berlatih setiap Senin, Selasa dan Rabu dibawah arahan pelatih Ace Wahyudin konsisten membawa pulang piala bergilir Kemenpora RI dalam kejuaraan Grand Prix junior Band.

“Alhamdulillah, kami bangga atas prestasi yang diraih. Ini semua karena seluruh yang terlibat dalam ekskul marching band selalu konsen terhadap pekerjaan dengan baik, tulus dan ikhlas. Harapan kami, semoga kerja keras mereka bisa mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Daerah misalnya bantuan fasilitas, karena kami hasil swadaya,” ucapnya.


Bidang Keagamaan
Selain fokus mendidik agar berprestasi, sekolah yang beralamat di Kampung Kirewok, Desa Cintawargi, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tak lupa membina siswa-siswinya dalam bidang keagamaan.

“Setiap hari Jumat kami membaca shalawat dan menggelar shalat dhuha berjamaah. Siswa-siswi kami juga terbiasa berdoa, membaca Asmaul Husna, surat-surat pendek, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membaca teks pancasila sebelum mengawali kegiatan belajar,” katanya.

Untuk diketahui, sekolah yang berdiri pada 1968 dan memiliki 32 guru ini ditunjang berbagai fasilitas seperti 20 rombel (rombongan belajar), lapangan olahraga, laboratorium komputer, mushola dan perpustakaan. (ayi/dea)

Tidak ada komentar